Iklan

Iklan

,

Iklan

Abaikan Prokes, Ikon Baru Kota Kendari Minim Pengawasan Petugas

Editor
25 Okt 2020, 20:01 WITA Last Updated 2020-10-25T12:01:52Z

Abaikan Prokes, Ikon Baru Kota Kendari Minim Pengawasan Petugas

 


Infokitasulsel.com, Kendari - Sejak  Presiden RI meresmikan dan menandatangi prasasti sebagai tanda sah dibukanya Jembatan Teluk Kendari (JTK) pada Kamis 22 Oktober 2020 kemarin, pengunjung begitu ramai hingga hari ini. Seperti pantauan awak media, Minggu 25 Oktober 2020, terlihat antusias masyarakat cukup tinggi. Memasuki hari ketiga jembatan yang sebelumnya bernama Bahteramas ini, masih disesaki warga yang berdatangan dari berbagai daerah dari dalam maupun dari luar Kota Kendari.


Masyarakat yang lalu lalang di sekitar JTK mulai dari balita hingga lansia memadati area jembatan. Ada yang sekedar berswafoto (selfie), berolahraga, hingga berwisata kuliner secara liar. Indri(44) salah satu pengunjung dari  kabupaten Konawe mengaku: " jembatan ini lagi viral jadi saya sama teman-teman datang untuk selfi selfi sekaligus menikmati pemandangan",ujarnya kepada awak media.



Di tepi kanan kiri jembatan, beberapa orang ada yang tidak memakai masker. Padahal telah ditegaskan dalam Peraturan Wali Kota Kendari Nomor 47 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang disahkan September lalu. Dimana masyarakat umum wajib mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang sudah ada saat berada di tempat umum dan ramai.


Sebagai Jembatan terpanjang ke-3 di Indonesia, Jembatan Teluk Kendari bukan hanya menghubungkan kawasan Kota Lama dengan kawasan Pulau Bungkutoko dan Poasia, namun Ikon baru ini juga mempermudah akses bagi masyarakat yang tinggal di tepi teluk. Tetapi sangat disayangkan jika pengawasan di jembatan sepanjang 1,34 kilometer tersebut masih minim. Dimana saat ini Pemerintah berusaha menekan angka penularan virus corona terutama di ruang ruang publik tempat manusia berkumpul.



Secara tidak langsung, landmark kota kendari ini bisa menjadi cluster baru penularan Corona Virus Disease. Apalagi kabarnya jembatan yang menggelontorkan dana sebesar Rp 804 miliar ini dibuka bebas bagi warga selama sepekan, yakni hingga Tanggal 30 Oktober 2020 sebelum akhirnya akan dioperasikan untuk lalu lintas kendaraan umum.

Pewarta : Jumiwati

Editor : Muh Bayu

Iklan