Iklan

Iklan

,

Iklan

Sejarah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balo' Toraja (BALO'TA)

Redaksi
5 Jan 2022, 12:12 WITA Last Updated 2022-01-05T04:14:13Z
_______KSP BALO'TA (DARI KITA UNTUK KITA)_____ ________________ADVERTISEMENT________________
Logo KSP BALO'TA
Infokitasulsel.com, Ekobis - Halo sobat Ekonomi dan bisnis Indonesia, kali ini kita di perkenalkan dengan salah satu Koperasi Simpan Pinjam ternama di Indonesia, Namanya Koperasi Simpan Pinjam Balo' Toraja (KSP BALO'TA).

Sejarah Singkat Koperasi Balo' Toraja (BALO'TA)


Koperasi Simpan Pinjam BALO'TA didirikan pada tanggal 1 Mei 1941 di Makale dengan nama sesuai Statuten, : Bank Cooperatie Simpan Pinjam bagi Bangsa Bumiputera Toraja disingkat Bank Toraja. Pendirinya adalah para pemuda Toraja yang tergabung dalam suatu organisasi yang bernama Perserikatan Toraja Christen (PTC) yang pada saat itu bercita-cita untuk membebaskan rakyat dari penderitaan ekonomi dibawah tekanan rentenir yang membungakan uangnya 20% per pasar atau 100 % per bulan, disamping bertujuan untuk memperjuangkan kesejahteraan para anggotanya.

Tercatat ada 9 orang sebagai anggota pertama dari Bank Toraja yang dikenal sebagai anggota pendiri yaitu:
  • C. Rongre            
  • I. Tandirerung             
  • I. Malino
  • J. K. Sarungu’     
  • J. Tandikarrang          
  • Y. Barung
  • S. Tandirerung   
  • J. Rapi’                        
  • Parrangan
Mereka mengadakan rapat pada hari itu juga dengan keputusan-keputusan sebagai berikut:

1.  Menetapkan Personalia Pengurus I Bank Toraja:

    Ketua           : S. Tandirerung
    Sekretaris   : J. K. Sarungu’
    Bendahara : J. Tandikarrang
    Komisaris   : I. Tandirerung

2. Menetapkan besarnya simpanan Pokok per Anggota yang pada saat itu disebut andel
sebesar @ f. 25,- dan Simpanan Manasuka f. 0,10 per bulan (harga kerbau sangpala’ pada saat itu f 12,50,-)

3. Menetapkan Anggaran Dasar Bank Toraja yang pada saat itu disebut STATUTEN BANK  TORAJA yang rancangannya telah disiapkan sebelumnya.

Pada akhir Tahun 1941 jumlah Anggota baru berjumlah 32 orang dengan modal sebanyak
Rp. 1.051,32,- Perkembangan Bank Toraja sampai akhir tahun 1949 mengalami banyak tantangan dan hambatan. Tantangan yang utama adalah tekanan dan ancaman ke Pengurus untuk disiksa oleh pemerintah penjajah baik pada zaman penjajahan Belanda, Jepang dan masa pemerintahan NICA.

Mereka dituduh melakukan kegiatan politik merongrong pemerintah/penjajah karena mereka secara terselubung ikut serta dalam perjuangan kemerdekaan bangsa ini.
Pada zaman sesudah kemerdekaan/zaman orde lama, situasi yang kondusif untuk perkembangan belum juga dapat dicapai. Namun dalam keadaan sesulit itu ada juga hal yang berarti telah dibuat para pengurus sesuai periodenya, antara lain :

  • Membangun permanen gedung kantor di Makale dengan biaya Rp. 40.000,- yang diresmikan pada 2 Mei 1952.
  • Mendapatkan hak Badan Hukum dari Pemerintah dengan Akte No. 922 tertanggal 14 Juli 1954.
  • Tetap mempertahankan Koperasi ini karena ternyata pada Tahun 1956 anggota dapat mencapai 1.316 orang dan Modal Rp. 787.552,47,-.
  • Tahun 1957 dapat mengangkat seorang Kepala Kantor (Manajer I) yaitu Bpk. S. Sepang.
  • Pengurus tetap tabah dan mampu berkonsolidasi sesudah terjadinya peristiwa tahun 1958 di Tana Toraja. Pada saat itu terjadi pengrusakan Kantor, pembongkaran brangkas, kecurian uang Rp. 7.000,- dan kehilangan surat-surat berharga Koperasi.
  • Pengurus dengan sulit tetapi dapat mengatasi dampak kebijakan Monoter tahun 1958 dan tahun 1966. Yaitu sanering keuangan 1958 dengan Kurs uang Rp. 1.000,- menjadi Rp. 500,- dan sanering 1966 dengan kurs uang Rp. 1.000,- menjadi Rp. 1,-

Pada zaman orde baru, barulah ada peluang yang kondusif untuk mencapai perkembangan yang cukup baik walaupun pengurus pada masing-masing periode tetap mengalami tantangan perkembangan yang bervariasi. Dalam periode tahun 1970 – 1989 beberapa hal penting yang perlu dikomunikasikan antara lain :

  • Dengan meninggalnya Manajer (Bapak S. Sepang) pada tahun 1969 maka diangkatlah Alm. J. Rapi’ sebagai Manajer tahun 1970 sebagai Manajer ke-2. Beliau dikenal karena disiplinnya, semangatnya yang militan dan rasa memiliki yang sangat tinggi terhadap Koperasi Bank Toraja. Almarhum tercatat sebagai salah seorang pendiri Koperasi ini.
  • Perobahan nama Bank Toraja menjadi Koperasi Simpan Pinjam Balo’ Toraja.

Profil KSP BALO'TA
   

(KSP. BALO’ TORAJA) pada tanggal 31 Agustus 1971 sebagai implementasi keputusan bersama Menteri Keuangan, Menteri Transkop dan Gubernur Bank sentral tentang larangan pemakaian istilah/nama Bank untuk Koperasi.

  • Beberapa kali meraih prestasi Akreditasi dari Pemerintah yaitu :

 Tahun 1976 dan 1980 sebagai Koperasi terbaik kelas A non KUD Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

 Tahun 1987, 1988 dan 1989 dapat berkiprah di Tingkat Nasional dengan mencapai peringkat Koperasi Terbaik berturut-turut sebagai juara Harapan Tingkat Nasional dan sebagai Peringkat III Tingkat Nasional.

  • Berhasil mengadakan penyempurnaan AD/ART sesuai UU No. 12 Thn 1967 yaitu masing - masing pada thn. 1974, 1983 dan 1989.

Dalam periode tahun 1990 sampai sekarang dapat dikatakan sebagai masa perkembangan yang pesat. Kepengurusan tahun 1990-1999 dibawah kepemimpinan Bapak. C. Kabanga’ dan Bapak I. Bitticaca sebagai manajer ke III menggantikan Bapak J. Rapi’ Juga kepengurusan 2000 – 2007 dibawah kepemimpinan Bapak I. Bitticaca sebagai ketua dan Bapak John Diplomasi sebagai Manajer.

Kepengurusan 2008 sampai sekarang dibawah kepemimpinan Bapak M. Buttutasik dan Bapak John Diplomasi sebagai Manajer Utama dibantu oleh 3 Manajer, banyak hal yang dicapai baik dari aspek organisasi/kelembagaan maupun usaha dan permodalan sebagai berikut :

  • Berturut-turut 5 tahun sebagai koperasi teladan Tkt. Nasional dan tahun 1995-1998 sebagai teladan utama serta tahun 1999 sampai sekarang sebagai koperasi berprestasi tkt. Nasional, bahkan Tahun 2008 termasuk 10 Koperasi papan atas di Indonesia.
  • Telah membangun beberapa kantor permanen dalam wilayah kerja KSP. BALO’TA antara lain :

~ Makassar, Pare-pare, Polewali Mandar, Mamasa
 
~ Kantor Pusat, Mengkendek, Buntu, Sangalla’, Rantetayo, Rembon, Bonggakaradeng dan Bittuang.

 ~ Rantepao-Sanggalangi’ La’bo’, Sesean, Rindingallo, Palopo, Pasangsappa, Mangkutana, Pomalaa

  • Perkembangan Anggota yang sangat signifikan, pada tahun 1990 baru 1.900 orang dan akhir tahun 2010 adalah 18.694 orang.
  • Asset tahun 1990 baru Rp. 727.572.644,- dan akhir tahun 2010 Rp. 165.903.745.789.40,-
  • Perkembangan dan ekspansi wilayah kerja semula hanya dalam wilayah Kab. Tana Toraja sekarang telah berada di 6 provinsi (Sul-Sel, Sul-Bar, Sul-teng, Sul-tra dan Kal-Tim)

Kantor Pusat :   1 (Jl. Kartini No. 7 Makale)
Cabang           : 43 (14 di Toraja dan 35 di luar Toraja)
Capem            :  1 ( Lasusua Sulawesi Tenggara)
               —————————————————
       Total 49 Kantor

  • Tahun 2000 telah mengadakan perubahan Anggaran Dasar dan sekaligus merubah status dari Koperasi Primer tingkat Kabupaten menjadi Primer tingkat Propinsi.
  • Tahun 2005 (1-12-2005) mengadakan perubahan AD dan sekaligus, perubahan status dari Koperasi Primer Tingkat Regional menjadi Koperasi Primer Tingkat Nasional.
  • Tahun 2008 (14-05-2008) mengadakan perubahan AD disesuaikan dengan perkembangan KSP. Balo’ta (Visi-Misi, Renstra dan Restrukturisasi).
  • Tahun 2010 (11-06-2010) mengadakan perubahan AD disesuaikan dengan perkembangan KSP. Balo’ta dan telah mendapat pengesahan Menteri Koperasi dan UKM No. 27/LAP-PAD/VII/2010 tanggal 16 Juli 2010
  • Terjalinnya kemitraan baik dalam negeri maupun luar negeri yang banyak memberi manfaat baik managemen, SDM dan bantuan modal.

Perlu diungkapkan secara keseluruhan para Pengurus, Pengawas, Pengelola dan Karyawan berperan sejak Koperasi ini ada sampai sekarang, sebagian dari mereka telah tiada namun jasa dan pengabdiannya dikenang dan diteladani.

Demikian sejarah singkat KSP. Balo’ta, atas kekurangan dan keterbatasan kami merangkumnya dan membacakannya mohon di maafkan. Terima kasih Tuhan memberkati.

Iklan