Iklan

Iklan

,

Iklan

Pjs Bupati Tana Toraja Sebut Gasebo di Kolam Makale Ganggu Aktivitas Warga

Redaksi
9 Okt 2020, 11:45 WITA Last Updated 2020-10-09T03:45:27Z
"Kota Makale adalah aset. Kita akan desain ulang agar kolam Makale dan pasar seni bisa menyatu"


Infokitasulsel.com, Tana Toraja - Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Tana Toraja, Asri Sahrun Said menyebut gasebo yang berada di sepanjang bundaran kolam Makale mengganggu pengguna jalan.


"Gasebo yang ada di kolam Makale cukup mengganggu aktivitas masyarakat," ujar Asri Sahrun.


Dia mengatakan trotoar yang ada di pinggir kolam Makale hampir setiap dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk jogging di pagi dan sore hari. Setiap melintas di depan gasebo, warga harus turun di aspal sehingga cukup berbahaya karena kendaraan yang melintas cukup padat.


Menurutnya, pemkab Tana Toraja berencana merenovasi semua gasebo yang ada di sepanjang bundaran kolam Makale. Pihaknya pun sudah memanggil dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) untuk membuat desain ulang sekitar kawasan kolam Makale.


"Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas PUPR dan PRKP untuk buat ulang desain gasebo di kolam Makale agar tidak menghambat aktivitas warga," jelas Asri Sahrun.


Asri Sahrun juga menyoroti bangunan panggung yang berada di tengah-tengah antara kolam Makale dan pasar seni. Idealnya, pasar seni dan kolam Makale menyatu, namun karena adanya bangunan panggung itu sehingga terkesan pasar seni dan kolam Makale terpisah.


Tahun ini, kata Asri Sahrun, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengucurkan tambahan anggaran APBD provinsi Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020 untuk kabupaten Tana Toraja. Anggaran itu diperuntukkan untuk penataan kolam Makale.


"Kota Makale adalah aset. Kita akan desain ulang agar kolam Makale dan pasar seni bisa menyatu," ujar Pjs Bupati Tana Toraja.


Wakil Ketua DPRD Tana Toraja, Yohanis Lintin Paembongan menyatakan tambahan anggaran provinsi sebesar Rp2 miliar untuk penataan kota Makale merupakan bentuk perhatian Gubernur Nurdin Abdullah terhadap kabupaten Tana Toraja.

Iklan