Iklan

Iklan

,

Iklan

Anies Baswedan Dideklarasikan Maju Pilpres 2024, Pengamat Politik: Kinerja Jangan Sampai Terganggu

Ricdwan Abbas
21 Okt 2021, 11:10 WITA Last Updated 2021-10-21T03:11:48Z

Gambar: tribunnews.com
Infokitasulsel.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akan dideklarasikan maju pada Pemilihan Presiden (PILPRES) 2024. Diinisiasi oleh sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES).


Aliansi ini resmi menyatakan sikap dukungannya kepada Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024, di Gedung Juang 45, Menteng, Jakarta Pusat. Rabu, 20 Oktober 2021.


"Saat diskusi itu lahirlah rencana tanpa terpikirkan lebih jauh oleh kami bahwa tanggal 20 Oktober kami melaksanakan deklarasi. Ternyata 20 Oktober 2024 nanti pelantikan presiden baru, kita berharap yang dilantik itu Pak Anies," kata koordinator ANIES, La Ode Basir, dikutip dari Tribunnews.


La Ode mengatakan, dukungan kepada Anies Baswedan lahir secara spontan melalui hasil diskusi tentang refleksi 4 tahun masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta tersebut.


Aliansi ini meyakini sosok Anies Baswedan layak dan dianggap mampu menjadi pemimpin Indonesia, ditinjau dari kinerjanya yang disebut sukses menangani permasalahan di ibu kota, termasuk soal pandemi Covid-19.


"Dukungan hari ini sebagaimana yang saya sampaikan, ini lahir secara spontan dari hasil diskusi kami terkait refleksi kepemimpinan Pak Anies di Jakarta 4 tahun," ujarnya. 


Adapun pengamat politik Tony Rosyid menilai, inisiatif relawan ini tidak terlepas dari situasi sosial dan politik yang energinya sudah diarahkan secara masif ke 2024. Sebab, selama ini, Anies termasuk kepala daerah yang tertutup terkait Pilpres 2024.


Kata Tony, Anies lebih memilih diam dan tampak lebih asik dengan kerja sebagai Gubernur DKI Jakarta. 


Perihal itu berkaitan dengan Anies yang selalu hadir disetiap program kerja (infrastruktur) yang hampir rampung dikerjakannya. Hak itu juga sebagai laporan/transparansi DKI Jakarta bagi masyarakat. 


"Hampir semua postingan Anies terkait dengan progres kerja yang sedang dituntaskannya di DKI. Anies muncul di fly over Jagakarsa yang hampir rampung dikerjakan. Muncul lagi di Jakarta Internasional Stadium (JIS) yang rencananya selesai di tahun 2022."


"Muncul di Stasiun LRT/MRT sambil melaporkan tingkat kemacetan ibu kota yang terus menyusut. Muncul lagi di Banjir Kanal Timur dengan report pengerukan sungai dan persiapan mengatasi banjir."


"Hampir setiap kemunculan Anies merupakan laporan progres kerja sebagai Gubernur DKI. Bukan sebagai capres. Dua hal yang berbeda," kata Tony dalam keterangan yang diterima Tribunnews, Rabu, 20 Oktober, 2021


Menurut Tony, harusnya setiap pejabat negara, rutin melaporkan setiap program kerjanya yang tengah berlangsung ke publik.


Dari hasil kinerja ini, biarlah publik yang akan menilai layak tidak untuk maju sebagai presiden.


"Mesti dari hasil kerja dan karya, bukan hasil pencitraan. Biarlah hasil kerja dan prestasi yang berbicara kepada rakyat. Sampai disini, baliho dan pencitraan tidak dibutuhkan."


"Kalau hari ini ada yang deklarasikan Anies, bisa dipastikan itu bukan mau, apalagi rencana Anies. Selama ini, kalau kita baca, Anies tidak punya karakter latah seperti itu."


"Mereka, masyarakat yang melakukan deklarasi, sepertinya sudah tidak tahan. Tidak ingin Anies telat start. Tidak ingin panggung publik penuh sesak pencitraan," ungkap Tony.


Baca juga berita viral: Viral Video Mesum Lele PUBG 13 Detik, Gegerkan Gamers di TikTok dan Twitter


Tony pun menduga para relawan ingin Anies muncul, apalagi dalam berbagai survei, elektabilitas Anies selalu berada di urutan antara satu sampai tiga besar.


"Melihat berita deklarasi Anies yang masif dan viral, sepertinya kemauan mereka, orang-orang yang ingin Anies memimpin negeri ini, tak lagi bisa dibendung."


"Anies sepertinya tak mampu lagi mencegahnya. Karena memang, itu hak setiap orang atau kelompok, dan tak boleh ada yang melarangnya. Termasuk Anies sendiri. Mereka sepertinya ngotot: harus deklarasi," jelas Tony.


Namun, meski sudah banyak tokoh deklarasi, Tony berharap kinerja para pejabat negara tidak terganggu.


"Justru sebaliknya, prestasi kerja mesti menjadi iklan utama yang disuguhkan kepada rakyat."


"Dalam hal ini, rakyat mesti cerdas, obyektif dan mampu melihat secara jernih (dengan hati nurani) siap yang terbukti bekerja dan berprestasi, dan siapa yang hanya menjual citra diri. Karena ini akan menentukan nasib bangsa 5-10 tahun kedepan," tuturnya. 

Iklan