Iklan

Iklan

,

Iklan

A D V E R T I S E M E N T

Festival Danau Tempe 2026 Resmi Dibuka, Wajo Dorong Budaya dan Ekonomi Kreatif

Infokitasulsel.wajo
24 Sep 2026, 00:01 WITA Last Updated 2026-09-23T16:33:30Z

 

Festival Danau Tempe 2026 Resmi Dibuka, Wajo Dorong Budaya dan Ekonomi Kreatif

INFOKITASULSEL,WAJO — Festival Danau Tempe (FDT) 2026 resmi dimulai. Bupati Wajo, Andi Rosman, membuka rangkaian festival tersebut di Lapangan Merdeka Sengkang, Rabu (23/9/2026) malam, yang ditandai dengan kemeriahan pembukaan dan kehadiran berbagai unsur pemerintahan serta masyarakat.


Bupati Wajo hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Wajo, Fatmawati Amin, Wakil Bupati dr. Baso Rahmanuddin, serta Wakil Ketua TP PKK Wajo, Andi Hidayati Burhanuddin. Sejumlah anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, di antaranya Sufriadi Arif, Sultan Tajang dan Suriadi Bohari, turut hadir bersama unsur Forkopimda, jajaran DPRD Wajo, pimpinan instansi vertikal, serta pimpinan BUMN dan BUMD se-Kabupaten Wajo.


Mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulsel, Andi Mirna, turut memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Festival Danau Tempe 2026. Ia menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan FDT yang dinilai memiliki peran penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah.


“Pemerintah Provinsi mengapresiasi Festival Danau Tempe karena menjadi wadah memperkenalkan budaya serta momentum mengangkat semangat dan identitas budaya Kabupaten Wajo,” ujar Andi Mirna. Ia juga menyatakan dukungan agar FDT ke depan dapat didorong masuk dalam kalender event nasional Kementerian Pariwisata.


Sementara itu, Bupati Wajo Andi Rosman menegaskan bahwa Festival Danau Tempe tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan hiburan. Menurutnya, festival tersebut merupakan ruang untuk memperkenalkan berbagai potensi Wajo, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif dan kebudayaan.


“Festival Danau Tempe hadir sebagai wadah untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memperluas promosi pariwisata daerah,” kata Andi Rosman.


FDT 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 23 September hingga 5 Oktober 2026. Beragam agenda telah disiapkan dengan mengangkat unsur budaya, keagamaan, olahraga, ekonomi kreatif hingga hiburan rakyat.


Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah Manre Sipulung bersama sekitar 15.000 petani. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap para petani yang selama ini berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menggerakkan sektor pertanian di Kabupaten Wajo.


“Kita akan mengundang Bapak Menteri Pertanian Republik Indonesia sebagai bentuk penghormatan kepada para petani yang telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Wajo dan Indonesia,” ungkapnya.


Andi Rosman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan FDT 2026, mulai dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran Pemkab Wajo, hingga berbagai organisasi dan kelompok masyarakat.


Secara khusus, apresiasi diberikan kepada Ketua Kadin Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras, Ketua HIPMI Sulsel Andi Amar Maruf Sulaiman, Kadin Kabupaten Wajo, HIPMI Kabupaten Wajo, Karang Taruna Kabupaten Wajo, organisasi kepemudaan, serta Ikatan Alumni SMAN 2 Sengkang–SMAN 3 Wajo yang turut mendukung pelaksanaan festival.


Dengan rangkaian agenda yang berlangsung hingga awal Oktober, Festival Danau Tempe 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi ruang promosi potensi Wajo dan penggerak aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Danau Tempe sebagai salah satu ikon pariwisata daerah.(*)





Iklan

               
         
close