![]() |
SOPPENG,INFOKITASULSEL – Tiga wartawan asal Kabupaten Luwu yang mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Kabupaten Soppeng dinyatakan kompeten setelah melewati serangkaian tahapan ujian yang berlangsung selama dua hari, 29–30.
Ketiga wartawan tersebut masing-masing M. Putra Alif Syah, Mitatuljannah, dan Kartini Ichuk. Mereka berhasil melewati berbagai materi pengujian yang diberikan oleh para penguji berkompeten dari sejumlah organisasi pers, di antaranya Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta diuji melalui sejumlah materi yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab seorang jurnalis. Materi tersebut meliputi praktik pembuatan berita, pemahaman Undang-Undang Pers, etika jurnalistik, wawancara cegat, hingga membangun jejaring dalam menjalankan profesi kewartawanan.
UKW tersebut diikuti sebanyak 30 wartawan yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Peserta terbagi dalam beberapa kelas, yakni jenjang Wartawan Muda dan Wartawan Madya.
Salah seorang penguji, Muh. Hopip dari PWI Pusat, menjelaskan bahwa materi yang diujikan dalam UKW sejatinya merupakan aktivitas yang dilakukan wartawan dalam pekerjaan sehari-hari.
Menurutnya, UKW bukan untuk menentukan kelulusan peserta, melainkan mengukur kemampuan dan kompetensi wartawan dalam menjalankan profesinya.
"Apa yang diujikan dalam UKW ini merupakan pekerjaan sehari-hari wartawan. Karena itu, bukan persoalan lulus atau tidak lulus, tetapi apakah seorang wartawan dinyatakan kompeten atau belum kompeten," jelasnya.
Sementara itu, dalam pembukaan kegiatan, Sekretaris Jenderal SMSI, Makali Kumar, menyampaikan bahwa wartawan merupakan profesi yang mulia dan memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Melalui pelaksanaan UKW, diharapkan lahir wartawan yang telah teruji kemampuan, profesionalitas, serta pemahamannya terhadap aturan dan etika jurnalistik.
Kegiatan UKW ini diselenggarakan oleh SMSI Soppeng dan dipusatkan di Hotel Grand Souta, Kabupaten Soppeng.
Keberhasilan tiga wartawan asal Luwu tersebut menjadi pencapaian tersendiri sekaligus diharapkan dapat semakin memperkuat profesionalisme insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik, khususnya dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. (*)



