-->

Iklan Semua Halaman

Mau bisnis anda makin dikenal? - Pasang iklan disini, murah tanpa ribet - Pesan Ojek dan Makanan di Toraja Pakai Aplikasi TORAJEK - Yuk Pasang iklan disini Sekarang Juga!

Iklan

Dituding Serobot Lahan Warga, Kontraktor Proyek Angkat Bicara

Ricdwan Abbas
Senin, 13 September 2021

Lokasi proyek jalan tani

Infokitasulsel.com, Tana Toraja - Polemik pembebasan lahan nenek Damaris Usa Ranteallo di Kel. Tarongko, Kec. Makale masih sementara bergulir. Alat berat milik kontraktor juga terlihat masih beroperasi menggarap lahan tersebut. Minggu, 12 September 2021.


Nataniel Retta, kontraktor proyek jalan tani yang ditemui di lokasi proyek 12 September, sore, mengaku hanya bekerja berdasarkan instruksi Dinas pertanian, soal lahan dan tanaman warga, ia mengatakan tidak tahu menahu.


"Jadi begini pak, kami selaku penyedia alat berat atau kontraktor hanya bekerja sesuai dengan petunjuk dari dinas pertanian. Soal adanya penyerobotan atau pembicaraan dengan warga yang mau dilalui lahannya itu bukan urusan saya," ungkap Natan ke redaksi Infokitasulsel.com


"Soal tanah, soal kebun, soal tanaman kami tidak ada sangkut pautnya, pekerjaan kami hanya pihak penyedia ekscavator," tambahnya. 


Natan juga mengaku tak tahu kalau ada warga yang keberatan, ia hanya menjalankan proyek dari Dinas Pertanian. Bahkan lokasinya ditunjukan langsung oleh dua kepala lingkungan yang bersangkutan. 


"Awalnya kami ke sini, kami ditemani sama nek kapala selaku penunjuk jalan. Nah karena kami pikir pembebasan lahan disini sudah selesai makanya kami langsung kerja," ungkap Natan. 


Ditanya soal anggaran proyek Natan sendiri mengaku kurang paham tentang proyek ini.


"Kalau kisaran anggaran saya tidak tau berapa jumlahnya. Silakan datang ke dinas pertanian tanyakan itu," ujarnya. 


Prihatin dengan kejadian yang menimpa nenek Damaris Usa, aktivis sosial kemasyarakatan Semuel Tumanan yang lebih akrab disapa Manan, menyambangi proyek jalan tani tersebut. Ia mengatakan tanpa adanya pembebasan lahan tidak boleh mengorek lahan masyarakat. 


"Kalau tidak ada pembebasan lahan, itu penyerobotan namanya, pelanggaran hak masyarakat. Dinas - dinas itu fungsinya apa, mereka seharusnya memberikan solusi kalau ada masalah rakyat jangan malah mempersulit masyarakatnya, kok ini malah serobot tanah orang kecil," tegas Manan. 


Sebelumnya, proyek jalan tani ini mendapat protes dari seorang pemilik lahan. Pemilik lahan mengklaim tanahnya diserobot tanpa pemberitahuan sebelumnya. 


Yang memprotes adalah seorang nenek bernama Damaris Usa Rante Allo (73) bersama pihak keluarga. Ia mengaku keberatan karena kebunnya tiba tiba sudah diporak - porandakan oleh alat berat beberapa waktu lalu. Padahal kebun itu satu satunya sumber penghidupan keluarganya.

Sumber Berita Terpercaya | Informasi Update Setiap Hari | Terbuka Peluang Usaha Bagi Anda Yang Ingin Menjadi Penulis Berita/Kontributor Daerah Silahkan Cek di Akhir Halaman