Iklan

Iklan

,

Iklan

A D V E R T I S E M E N T

Gebrakan Prabowo di AS: Teken Perjanjian Dagang ART, Tarif Ekspor Turun hingga 19 Persen!

Andika Manglo Barani
21 Feb 2026, 11:25 WITA Last Updated 2026-02-21T03:29:10Z
Ist
Infokitasulsel.com, Washington D.C - Presiden RI Prabowo Subianto resmi menandatangani kesepakatan dagang bersejarah, Agreement of Reciprocal Trade(ART), bersama Pemerintah Amerika Serikat di Washington, D.C., Sabtu (21/2/2026). Langkah besar ini diprediksi akan mengubah peta ekonomi nasional secara signifikan. 

Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia berhasil melobi penurunan tarif ekspor produk lokal ke pasar Amerika Serikat dari semula rata-rata 32% menjadi 19%. Bahkan, ribuan produk unggulan Indonesia kini mendapatkan fasilitas tarif 0%.


Dorong Ekspor, Impor Energi Diperketat

Selain penurunan tarif, komitmen ini juga mencakup kerjasama strategis di sektor transportasi dan energi. Indonesia berencana memperkuat armada dirgantara dengan pembelian 50 unit jet Boeing.

Di sisi lain, guna menjaga keseimbangan neraca perdagangan, Indonesia juga akan mengimpor energi berupa BBM dan LPG senilai 15 miliar USD dari Amerika Serikat. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Kontroversi di Balik Meja Perundingan

Meski membawa angin segar bagi dunia usaha, kebijakan luar negeri ini tak lepas dari sorotan tajam. Keputusan Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace (BoP) sebuah inisiatif bentukan Donald Trump untuk menangani isu Gaza menuai pro dan kontra.

Sejumlah pengamat politik internasional menilai keterlibatan ini berisiko mengaburkan posisi historis Indonesia dalam mendukung penuh kemerdekaan Palestina. Namun, pihak Istana menegaskan bahwa langkah ini diambil semata-mata untuk memastikan Indonesia memiliki suara di meja perundingan tingkat tinggi demi kepentingan kemanusiaan yang lebih besar.

Apa Dampaknya Bagi Daerah?

Bagi wilayah seperti Sulawesi Selatan yang kaya akan komoditas ekspor seperti kakao, kopi, dan hasil laut, penurunan tarif ini menjadi peluang emas bagi para eksportir lokal untuk merambah pasar Amerika dengan harga yang lebih kompetitif.

"Ini adalah momentum bagi UMKM dan korporasi daerah untuk meningkatkan standar kualitas produk agar bisa bersaing langsung di pasar global," ujar salah satu pengamat ekonomi dalam keterangannya.

Iklan

               
         
close