-->

Iklan Semua Halaman

Mau bisnis anda makin dikenal? - Pasang iklan disini, murah tanpa ribet - Pesan Ojek dan Makanan di Toraja Pakai Aplikasi TORAJEK - Yuk Pasang iklan disini Sekarang Juga!

Iklan

Langgar Ganjil Genap, Partai PSI Pecat Anggota DPRD Viani Limardi

Ricdwan Abbas
Selasa, 28 September 2021

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI dipecat setelah melanggar ganjil-genap
Infokitasulsel.com, Jakarta - Anggota DPRD DKI Fraksi PSI Viani Limardi buag geger lantaran pernah melanggar aturan ganjil-genap bulan lalu. Kini Viani dipecat PSI.


Viani kedapatan melanggar ganjil-genap pada hari Kamis, 12 Agustus lalu di kawasan Jakarta Selatan. Pemecatan itu bermula saat mobil Viani melaju dari arah Ragunan tapi disetop saat hendak ke Jalan Gatot Subroto.


Mobil Viani diketahui berpelat ganjil, Dinas Perhubungan (Dishub) yang berjaga memintanya berputar balik. Viani pun memberi tahu petugas Dinas Perhubungan bahwa dirinya anggota DPRD DKI dan hendak bertugas. Dishub kemudian memperbolehkan melintas.


Namun, baru 10 meter melaju, Viani kembali terkena sekat ganjil-genap polisi. Adu mulut pun terjadi.


Saat disetop polisi, Viani mengaku mau ke Penjaringan dan balik bertanya kepada petugas terkait jalan yang dapat dilewati. Petugas kemudian memberikan penjelasan dan arah yang dapat dilalui.


"Selama ini mobil saya boleh lho," tegas Viani di lokasi, Kamis, 12 Agustus 2021.


"Tidak boleh karena ganjil-genap. Kalau sekarang pakai surat tugas, boleh. Sekarang sudah tidak berlaku," jawab polisi.


"Oke, saya sekarang tanya Bapak, saya kalau mau ke Penjaringan sekarang lewat mana?" tanya Viani.


"Masuk tol, kalau lewat sini tidak boleh, kecuali kalau besok," sahut polisi.


"Sekarang lewat mana?" tanya Viani lagi dengan nada meninggi.


"Lewat Rasuna Said lurus," ucap polisi.


"Di situ tidak dijaga lagi?" kata Viani, yang kembali bertanya.


"Yang tidak boleh Sudirman-Thamrin, Gatot Subroto," papar polisi.


Viani pun mengaku akan memprotes kebijakan selama PPKM yang terus berganti. Menurutnya, dirinya turut andil dalam peraturan ini.


"Oke, nanti saya akan protes ini, saya yang bikin aturannya," tutur Viani.


Viani kemudian mencurahkan insiden tersebut melalui medsos IG Story. Viani bingung lantaran dialah yang membuat kebijakan tapi harus memprotes sendiri.


"Haduh... emang udah gila otak gue ya kan, gue yang bikin aturan, gue juga yang nggak tahu, gue juga yang bingung, terus gue juga yang protes sendiri, masuk akal nggak tuh?" kata Viani dalam video singkatnya itu.


PSI Tegur Keras Viani Limardi

PSI kemudian mengambil tindakan atas kelakuan kadernya itu. Ketua DPW PSI DKI Jakarta Michael Victor Sianipar mengatakan, Viani telah diberikan teguran keras.


"Kami sudah menegur keras anggota kami, Sis Viani, sekaligus memastikan bahwa ini tidak akan terulang kembali," ucap Michael Victor Sianipar, dalam keterangannya, Kamis, 12 Agustus 2021.


PSI DKI meminta maaf atas insiden tersebut. Michael juga mengapresiasi petugas kepolisian yang bertugas menegakkan aturan selama penerapan PPKM berlangsung. 


"Petugas di lapangan sudah bekerja keras menegakkan aturan yang ditetapkan pemerintah. Kami berterima kasih kepada kerja para petugas di lapangan," tambah Michael.


Michael menyebut perbedaan pendapat soal aturan seharusnya disampaikan dan diupayakan dalam forum pengambilan kebijakan. Dia menilai anggota legislatif Fraksi PSI harus siap untuk diawasi, termasuk mendapat teguran atau sanksi dari partai.


"Ini sudah menjadi konsekuensi, sedari awal Fraksi PSI memastikan setiap anggotanya harus siap bekerja dan siap diawasi. Ada nilai-nilai dan etika publik yang harus kita jaga. Menjadi pejabat negara bukan otomatis lepas dari kesalahan," tambahnya.


PSI Pecat Viani Limardi

Sebulan berselang, DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memecat kadernya, Viani Limardi. Selain diberhentikan sebagai kader, Viani juga dipecat dari anggota DPRD DKI Jakarta.


"Betul diberhentikan," ucap Juru Bicara DPP PSI Ariyo Bimo saat dikonfirmasi, Senin, 27 September 2021.


Ariyo tak menjelaskan alasan pemecatan Viani, yang juga menjabat anggota Komisi D DPRD DKI. Yang jelas, pemecatan terhitung per Minggu, 26 September 2021.


"Kemarin, cepat banget soalnya," terangnya.


SK pemecatan Viani beredar dan sudah ditandatangani Ketum PSI Grace Natalie. Dalam SK tersebut, Viani disorot soal perilakunya sebagai anggota Dewan di DPRD DKI.


Viani disebut tidak mematuhi instruksi pimpinan pusat PSI usai pelanggaran ganjil-genap 12 Agustus lalu. Adapun pemecatan Viani karena adanya penggelembungan pelaporan penggunaan dana APBD untuk kegiatan reses.


Viani Limardi pun buka suara atas pemecatannya itu. Dia mengaku belum menerima surat resmi pemecatan dirinya.


"Sampai detik ini saya belum terima surat resminya," kata Viani saat dihubungi, Senin, 27 September 2021.


Viani mengatakan dia baru mengetahui kabar pemecatannya melalui pemberitaan di media. Viani mengaku sampai saat ini belum menerima surat resmi pemecatan itu.


"Sampai saat ini belum terima surat resminya makanya saya nggak tahu nih. Saya juga baru baca di berita kok rame begini. Padahal surat resminya sampai detik ini saya belum terima," ungkapnya. **

Sumber Berita Terpercaya | Informasi Update Setiap Hari | Terbuka Peluang Usaha Bagi Anda Yang Ingin Menjadi Penulis Berita/Kontributor Daerah Silahkan Cek di Akhir Halaman