Iklan

Iklan

,

Iklan

DJM Ingin Bangkitkan Kembali Sepak Bola Toraja

Andika Manglo Barani
7 Des 2021, 18:30 WITA Last Updated 2021-12-07T10:30:38Z
A D V E R T I S E M E N T
Ist

Infokitasulsel.com, Makassar - Mantan Ketua asosiasi kabupaten (Askab) PSSI Toraja Utara Djuli Mambaya, kembali bangkitkan persepakbolaan di Toraja, setelah menyelesaikan masa "Pendidikan" sebagai Narapidana di Lapas Abepura Jayapura selama sembilan bulan.


Setelah menghirup udara bebas pada akhir 2019, DJM sapaan Djuli Mambaya, butuh waktu sekitar setahunan sebelum memutuskan membuat klub bola yang saat ini diberi nama Toraja United FC dan PS Elang Brimob.


Toraja United FC yang merupakan klub pertamanya bermarkas di Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan. Sementara PS Elang Brimob bermarkas di Papua.


Dikutip dari fobiz.id, DJM bercerita pada saat dirinya masih menjabat ketua Askab PSSI Torut, tepatnya awal-awal kepemimpinannya, dia sempat mengantar PS.Toraja Utara meraih juara l pada Porda yang diselenggarakan di Pinrang.


"Kami berhasil membawa pulang medali emas," kata DJM.

DJM Bersama PS Elang Brimob (Ist)

Diberhentikan Sepihak Sebagai Ketua Askab PSSI Torut


Namun, kata DJM setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi, tiba-tiba dia dipecat secara sepihak saat itu sebagai ketua Askab PSSI Torut.


Mulai saat itu, tidak terdengar lagi prestasi Torut di bidang sepakbola. Keterpurukan persepakbolaan di Toraja membuat DJM tertantang dan kembali bersemangat bangkitkan persepakbolaan di tanah kelahirannya itu.


Membuktikan niatnya itu melalui klub-klub bolanya DJM, memanggil putra-putra Toraja berprestasi di bidang persepak bolaan.


Alhasil, Senin 06 Desember 2021 kemarin PS Elang Brimob berhasil lolos masuk semi final Liga III Zona Papua. Setelah menyingkirkan Persimi Sarmi dengan poin 2:1.


Keberhasilan maju ke semi final berkat dukungan enam orang pemain yang sengaja DJM datangkan dari Toraja untuk memperkuat PS. Elang Brimob di Papua.


Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi dan Kepala Dinas Perhubungan Papua ini mengatakan, dia memilih mendirikan klub bola tak lain bertujuan untuk mengajak kawula muda untuk berolahraga dan berprestasi supaya terhindar dari kegiatan-kegiatan negatif.


"Saya tidak mau anak-anak kita melakukan kegiatan negatif seperti narkoba, miras dan kejahatan lainnya," kata DJM.


Menurut DJM sepak bola olahraga yang cukup sportifitas dan fair play. Dimana olahraga ini bisa membangun kebersamaan dan kekompakan dalam tim. Seperti kekompakan manajement/official dan para pemain.


"Sebab degan bermain bola mereka akan fokus pada fisik dan mental dirinya dalam menghadapi pertandingan," jelas DJM.


DJM juga bercerita tentang kehidupan pribadinya setelah keluar dari penjara.


"Dulu sebelum saya dipenjara, semua dilayani. Setelah keluar dari penjara saya sudah bisa masak dan cuci baju sendiri," cerita DJM.


Sekarang semua pekerjaan dapur sudah dia kuasai. Semua itu berkat pendidikan yang didapatkan selama dalam masa penahanan.


"Istri saya bangga dan senang melihat perubahan ini," kata DJM.

Iklan