Iklan

Iklan

,

Iklan

A D V E R T I S E M E N T

Korban Longsor di Rano Dapat Bansos dari Kapolres Tator

Infokitasulsel - Baca Berita Setiap Hari
24 Feb 2022, 15:49 WITA Last Updated 2022-03-19T09:05:02Z
A D V E R T I S E M E N T
Kapolres Tana Toraja, AKBP J. Silalahi saat memberikan bansos kepada warga di Rano, Tana Toraja. (IST)
Infokitasulsel.com, Tana Toraja - Warga terdampak korban bencana tanah longsor yang saat ini berada di tenda pengungsian, dengan jarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian, di Dusun Kayangan Lembang Rano Tengah, Tana Toraja (Tator), mendapatkan bantuan sosial (bansos), Kamis (24/2/2022).


Bansos yang berupa sejumlah beras, mie Instan, dan air mineral diserahkan langsung oleh Kapolres Tator AKBP. Juara Silalahi saat meninjau langsung lokasi longsor dan melihat keadaan warga yang terdampak.


"Saya ucapkan terimakasih kepada rekan - rekan para Kasat Fungsi yang berpartisipasi mengulurkan tangan meringankan beban saudara - saudara kita yang saat ini tertimpa bencana, dengan niat untuk berbagi kasih. Hari ini kita melihat langsung kondisi saudara kita yang berada di tenda pengungsian, ada 7 Kepala Keluarga disini yang memang sangat membutuhkan bantuan,"Ungkap Juara Silalahi di sela-sela kunjungannya.


Juara Silalahi juga mengatakan bahwa tidak banyak yang diharapkan dengan memberikan bantuan tersebut selain berharap agar bantuan dapat membantu dalam kondisi sekarang ini.


"Kami tidak mengharapkan apapun, selain berharap semoga bantuan ini dapat membantu kebutuhan pangan dari saudara - saudara kita selama berada di tenda pengungsian"katanya.


Selain dari bantuan pangan, J. Silalahi juga meminta kepada Kapolsek Bonggakaradeng, AKP. Wellem Panggeso, untuk terus memantau perkembangan situasi, baik situasi kemungkinan terjadinya tanah longsor susulan, maupun kondisi terakhir dari para pengungsi yang berada di tenda pengungsian tersebut. 


" Iya, saya sudah minta kepada Kapolsek Bonggakaradeng dan Danramil Bonggakaradeng untuk memonitor perkembangan situasinya, jika terjadi sesuatu agar segera dilaporkan untuk di tindak lanjuti"pungkas K. Silalahi.


Informasi yang di himpun langsung dari lokasi pengungsian, bahwa saat ini warga sudah 8 (delapan) hari mengungsi di tenda pengungsian sementara, terhitung sejak Kamis (17/2/2022) malam lalu. 


Menurut warga yang berada di tenda pengungsian, kejadian tanah longsor terjadi pada hari Kamis Minggu lalu, yang kemudian disusul pada malam harinya, sehingga membuat warga panik, dan mengungsi mencari tempat yang aman. 


Sebanyak 5 rumah yang mengalami kerusakan parah dan tertimbun tanah longsor dan 2 diantaranya dalam keadaan rawan terjadi longsor susulan karena kondisi lahan area rumah tersebut sudah retak sehingga sebanyak tujuh Keluarga akhirnya mengungsi di posko tenda pengungsian. 

Iklan

               
         
close