![]() |
| Ist. |
Kendaraan tersebut dilaporkan kehilangan kendali ketika melintasi turunan curam. Salah satu ban tronton keluar dari badan jalan dan berada tepat di tepi jurang, memicu kepanikan mengingat risiko kecelakaan yang cukup besar di lokasi tersebut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, posisi kendaraan yang menggantung di sisi jalan sempat membuat situasi menjadi tegang, terutama karena medan yang sulit dan minim pengaman jalan.
Sopir tronton, Sarifuddin, mengungkapkan bahwa insiden bermula saat dirinya mencoba mengendalikan kendaraan di jalur menurun dengan kondisi jalan yang tidak mendukung.
“Kami sempat mencoba satu kali jalan, tapi tidak bisa. Ban malah slip keluar dari aspal. Kendaraan juga tidak mampu langsung dibanting setir karena muatan berat, ditambah jalan sempit dan licin, jadi tidak bisa mundur,” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa keputusan yang diambil saat itu merupakan langkah untuk menghindari potensi kecelakaan yang lebih fatal.
“Kondisinya habis hujan sekitar jam satu malam. Kami dalam perjalanan dari Makassar menuju perbatasan Toraja–Mamasa. Terpaksa ambil keputusan seperti itu demi menghindari hal yang lebih berbahaya,” tambahnya.
Insiden ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kondisi infrastruktur jalan di daerah pegunungan. Jalur yang sempit, minim pengaman, serta rawan licin saat hujan dinilai berisiko tinggi bagi kendaraan berat yang melintas, sehingga membutuhkan penanganan serius dari pihak terkait.(red)



