Iklan

Iklan

,

Iklan

Musda KNPI Tak Kunjung Dilaksanakan, GMKI Cabang Toraja Sebut Wacana Abadi

Ricdwan Abbas
22 Nov 2021, 21:45 WITA Last Updated 2021-11-23T19:06:35Z

Kabid Akspel GMKI cabang Toraja Yosi
Infokitasulsel.com, Tana Toraja - Musyawarah Daerah (MUSDA) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tana Toraja sudah lama digaungkan tapi sampai saat ini tak kunjung ada kabar terselenggaranya Musda.


Perihal tersebut, salah satu organisasi kepemudaan yang tergabung dalam KNPI Tana Toraja angkat bicara.


Organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Toraja merasa kecewa atas keadaan KNPI Tana Toraja yang sampai saat ini belum melaksanakan Musda, mereka menganggap Musda KNPI adalah wacana abadi.


Selain itu GMKI cabang Toraja melalui Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan (Kabid AKSPEL) GMKI cabang Toraja, Yosi mengatakan tidak pernah ada penjelasan mengenai pelaksanaan Musda kepada organisasi-organisasi yang terhimpun di dalamnya.


"Kami merasa kecewa atas keadaan KNPI yang sampai saat ini belum melaksanakan Musda. Selain itu tidak ada penjelasan yang real kepada Organisasi yang terhimpun mengenai masalah yang dihadapi sehingga Musda selalu tertunda," pungkasnya.


Lanjut Yosi, sebelumnya Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI telah mengeluarkan keputusan caretaker namun sampai saat ini belum juga pelaksanaan Musda.


"Beberapa waktu yang lalu DPD KNPI Provinsi Selawesi Selatan telah mengeluarkan keputusan caretaker tapi sampai saat ini tidak ada tindakan yang begitu nyata di lapangan". Ucapnya.


Berdasar kepada surat keputusan tersebut, GMKI mengajak setiap OKP (Organisasi kepemudaan) dan Ormas (Organisasi Kemasyarakatan) yang ada di Tana Toraja untuk mendesak pengurus KNPI segera melaksanakan Musda.


"Untuk itu, mari setiap OKP dan ormas lainnya kita dorong Pengurus KNPI agar sesegera mungkin melaksanakan Musda agar kedepan OKP dan ORMAS di Tana Toraja lebih pro aktif lagi dalam upaya menjadi mitra kritis pemerintah dalam upaya pembangunan Tana Toraja," tegas Yosi.


Lebih lanjut, secara pribadi Yosi menuturkan, waktu pelaksanaan yang tergolong lama ini ada suatu kepentingan sehingga selalu mengalami penundaan.


"Saya merasa jika dalam waktu yang terbilang sudah sangat lama ini tdak ada tindakan nyata maka pasti ada hal-hal yang tidak beres yah mungkin saja kepentingan oknum atau lainnya," bebernya.

Iklan