Iklan

Iklan

,

Iklan

PT Malea Peduli, VDB Turunkan Alat Berat dan Kunjungi Korban Terisolir di Randan Batu

Ricdwan Abbas
16 Nov 2021, 18:48 WITA Last Updated 2021-11-16T15:01:53Z


Pimpinan PT Malea Energi Victor Datuan Batara kunjungi lokasi longsor dan kunjungi rumah duka
Infokitasulsel.com, Tana Toraja - Pimpinan PT. Malea Energy Victor Datuan Batara mengungkapkan bela sungkawa terhadap korban tertimbun longsor Yusuf (48) di dusun Ke'pe', lembang Randan Batu, kecamatan Makale Selatan, Tana Toraja, Sulawesi Selatan.


Rasa empati Victor Datuan Batara yang akrab disapa VDB diungkapkan dengan bertandang ke rumah korban di dusun Ke'pe', lembang Randan Batu, Makale Selatan pada Selasa, 16 November 2021.


Dihadapan istri serta keluarga korban, VDB menyampaikan duka yang mendalam dan turut berbela sungkawa atas meninggalnya korban Yusuf.


Dalam kesempatan itu, VDB juga memberikan bantuan sembako dan uang duka kepada istri almarhum.


"Saya mewakili Pimpinan, Manajemen dan Karyawan PT Malea Energy, turut prihatin dengan bencana hingga merenggut nyawa korban. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran".


Selain meninggalnya seorang warga, bencana tanah longsor ini juga menyebabkan 68 kepala keluarga di lembang Randan Batu terisolir. Tanah longsor menimbun badan jalan sehingga tidak bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Hal itu membuat VDB terjun langsung meninjau lokasi.


"Untuk berbagi duka dengan keluarga korban longsor, semoga mereka diberi kekuatan serta penghiburan sekaligus mengecek longsor yang mengisolasi 1 dusun atau 68 KK di lembang Randan Batu," ungkap VDB kepada Infokitasulsel.com.


Sejumlah tiang listrik yang tumbang juga mengakibatkan warga terdampak dalam keadaan gelap gulita di malam hari.


Pantauan di lapangan, kata VDB, sedikitnya terdapat delapan titik longsor di lembang Randan Batu. Pimpinan PT Malea Energy pun sudah mengerahkan dua alat berat berupa loeder dan eskavator untuk membantu mengevakuasi material longsor yang menimbun badan jalan.


Menurut VDB, PT Malea berencana menyalurkan bantuan sembako bagi warga yang terisolir. Namun, karena akses jalan yang terputus sehingga warga disana belum dapat terjangkau. 


"Dua alat berat PT Malea sudah mulai bekerja membersihkan tumpukan material yang menimbun badan jalan," kata VDB. 


Dua hari pasca bencana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja belum juga menurunkan alat berat untuk menangani titik-titik longsor yang ada di lembang Randan Batu. 


"Sangat disayangkan, Pemkab Tana Toraja lamban menangani titik titik longsor yang menimbun badan jalan di lembang Randan Batu. Kasihan puluhan KK terisolir karena akses jalan di Lembang mereka tertimbun material longsor," ujar Ketua Lembaga Pilar Rakyat Indonesia Toraja, Rasyid Mappadang.

Iklan