Iklan

Iklan

,

Iklan

Sidak Ketersediaan Bahan Pangan Jelang Ramadhan, Forkopimda Torut Dapati Stok Aman

Redaksi
30 Mar 2022, 15:33 WITA Last Updated 2022-03-30T07:33:22Z
A D V E R T I S E M E N T
Sidak Forkopimda Torut ke Pasar Tradisional (Ist)
Infokitasulsel.com, Toraja Utara - Kapolres Toraja Utara AKBP Eko Suroso bersama Dandim 1414/Tator Letkol Amril Haeruman Tehupelasury dan Wakil Bupati Toraja Utara Victor Palimbong serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Toraja Utara Daniel T Rantetasak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan bahan pangan menjelang bulan Ramadhan di Pasar Pagi Rantepao dan pasar Bolu, Rabu 29 Maret 2022.

Hasil sidak, ketersediaan bahan pangan sembilan bahan pokok ( sembakok ) masih mencukupi. Khusus minyak goreng Setiap hari distributor melakukan pengiriman setiap hari. Karenanya, masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan minyak goreng di pasaran.

"Menindaklanjuti instruksi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo tentang ketersediaan bahan pangan menjelang bulan Ramadhan, hari ini kami bersama Forkompimda dan  Disperindag melakukan sidak ketersediaan bahan pangan serta minyak goreng.

Hasilnya stok aman," kata Kapolres Toraja Utara.

Masyarakat, ujar AKBP Eko Suroso, jangan panik karena stok sembilan bahan pokok dan minyak goreng aman selama bulan Ramadhan. Selain itu, pasokan minyak goreng di Pasar pagi  Rantepao dan pasar Bolu Tallunglipu ini juga stabil. Pasokan minyak goreng dilakukan distributor ke pasar ini setiap hari.

"Setelah kami cek, pasokan minyak goreng dipasar ini aman tidak ada kelangkaan, dan harganya relatif terjangkau dan khusus minyak Goreng  kemasan berkisar Rp. 25. 000–28.000/ liter sedangkan minyak goreng curah harga berkisar Rp.14.000–Rp.17.000/ liter" ujar AKBP Eko Suroso.

Kapolres Toraja Utara mengingatkan kepada para agen atau distributor jangan bermain-main dengan pasokan sembilan bahan pokok dan minyak goreng. Polres Toraja Utara tidak akan segan menindak tegas agen nakal yang bermain-main terhadap pasokan bahan pangan pokok dan minyak goreng dengan melakukan penimbunan demi keuntungan pribadi.

"Jika ada 'pemain' bahan pangan dan minyak goreng yang merugikan masyarakat, kami tidak akan segan-segan, akan kami proses sesuai hukum yang berlaku," tutur Kapolres.

Iklan