Iklan

Iklan

,

Iklan

Bencana Longsor Simbuang-Mappak, IPPEMSI Makassar Ultimatum Pemerintah Lakukan Penanganan

Ricdwan Abbas
23 Nov 2021, 21:23 WITA Last Updated 2021-11-23T19:05:29Z

Kondisi terkini longsor di Simbuang-Mappak
Infokitasulsel.com, Tana Toraja - Curah hujan yang tinggi selama beberapa pekan terakhir membuat beberapa daerah di kabupaten Tana Toraja terdampak bencana tanah longsor, pohon tumbang dan banjir. 


Informasi yang diterima Infokitasulsel.com, terkhusus di jalan utama Simbuang-Mappak, hujan deras yang sudah berlangsung kurang lebih dua pekan terakhir mengakibatkan material longsor menutup badan jalan sehingga menyebabkan akses menuju kecamatan Simbuang-Mappak dari Sibanawa tidak dapat dilalui kendaraan.


Dari situs resmi BMKG, Kecamatan Simbuang-Mappak masuk dalam kategori (Awas) untuk sepuluh hari kedepan. Artinya curah hujan paling tinggi terdampak di Sulawesi Selatan.

Material longsor menutup badan jalan Simbuang-Mappak

Hal ini sontak menuai kritikan dari Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Simbuang Mappak (IPPEMSI) Makassar.


Ketua 1 IPPEMSI Makassar, Budi Mangawi yang beberapa waktu lalu meninjau langsung longsor di Simbuang-Mappak mengatakan, beberapa titik longsor tidak dapat dilalui kendaraan termasuk roda dua, sehingga harus diangkut dengan cara ditandu agar bisa melalui tumpukan longsor sehingga banyak masyarakat yang mengeluh.

 

"Banyak masyarakat mengeluh setiap melewati longsor, dikarenakan harus membayar ongkos tandu motor sebanyak lima puluh ribu rupiah untuk sekali tandu," ungkap Budi kepada redaksi, Selasa 23 November 2021.


Diketahui, akses yang tertutup longsor ini adalah akses utama yang dilalui para pelaku usaha untuk menyuplai semua jenis kebutuhan masyarakat.


"Selain itu hasil bumi masyarakat di dua kecamatan ini tidak bisa di angkut untuk di jual ke kabupaten terdekat Sulawesi Barat akibat akses jalan yang tertutup," kata Ketua 1 IPPEMSI Makassar, Budi Mangawi. 


Budi menambahkan, sejauh ini belum ada tindakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam menangani masalah ini. Karena itu, ia meminta kepada pemerintah untuk serius memperhatikan keadaan amasyarakat Simbuang-Mappak.


"Tentu ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga pemerintah daerah kabupaten sebab jika hal ini di biarkan berlarut tanpa reaksi cepat maka dampaknya sangat luar biasa bagi masyarakat Simbuang-Mappak," tegasnya

Material longsor di Simbuang-Mappak menutup badan jalan sehingga masyarakat melewati kolong rumah warga

Hal senada disampaikan oleh koodinator Departemen media dan komunikasi IPPEMSI Makassar, Yogi menjelaskan, selain akses jalan yang tertutup akibat longsor juga ada sala satu sekolah yang terkena dampak longsor akibat curah hujan yang tinggi. 


Kata Yogi, SMA Negeri 12 Tana Toraja misalnya, yang mengalami kerusakan permanen pada bangunan sekolah akibat material longsor yang menimpa beberapa ruang kelas sehingga membuat aktivitas belajar di beberapa kelas mengalami kendala serius. 


"Hal ini juga mesti ditangani secepatnya oleh pemerintah terkait untuk membuat situasi atau aktivitas belajar siswa kembali normal, sebab tidak memungkinkan untuk dilaksanakan belajar dari rumah (daring) karena persoalan jaringan di kecamatan ini belum ada".


"Oleh karena itu, ultimatum ini adalah sikap tegas IPPEMSI Makassar terhadap pemerintah yang sampai sekarang tak ada sikap sigap dalam menangani persoalan tersebut," tutup Yogi.

Iklan