Iklan

Iklan

,

Iklan

Tahun Ini, Formasi Khusus P3K Prioritaskan 8 Nakes Tana Toraja yang Lulusnya di Cancel

Redaksi
21 Jan 2023, 15:38 WITA Last Updated 2023-01-21T07:47:31Z
A D V E R T I S E M E N T
Ketua DPRD Tator Welem Sambolangi saat membahas pengumuman P3K Nakes (Ist)
Infokitasulsel.com, Tana Toraja - Viral di media sosial, rapat gabungan komisi DPRD Tana Toraja dan pimpinan, Jumat (21/1) kemarin berujung gebrak meja.

Diketahui, dalam rapat tersebut ketua DPRD Tana Toraja sempat gebrak meja dan menyuruh perwakilan dari Dinas Kesehatan keluar dari rapat.

Pasalnya, perwakilan dari Dinkes dinilai memberikan keterangan bertele-tele dan tidak berani mengambil keputusan dalam rapat.

"Tentunya kalau mewakili instansi berarti sudah siap untuk mengambil keputusan bersama," kata Welem.

Akhirnya Terjawab, Dinkes dan BKPSDM Siapkan Formasi Khusus Nakes


Kabar Gembira 8 tenaga honor Nakes yang lulusnya di cancel formasi PPPK 2022 setelah mengadu ke DPRD Dipastikan sudah dibukakan formasi baru tahun 2023 di Puskesmas mereka bekerja.

Dinas Kesehatan dan Badan Kepegawaian Peningkatan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Tana Toraja sudah membuka formasi kepada 400 Nakes di semua Puskesmas. 

"Sangat terasa masih kurang Nakes garda terdepan didaerah ini melakukan pelayanan, sehingga kami berjuang sekuat tenaga semua Nakes terakomodir alih status P3K," terang Plt Kadinkes Tana Toraja, Rudhy Andi Lolo, Sabtu 21 Januari 2023.

Rudhy Andi Lolo mengatakan, tidak hadirnya di rapat gabungan komisi dengan pimpinan dewan, Jumat (20/1) kemarin sebab sedang konsultasi dan berjuang dengan BKPSDM untuk prioritaskan formasi 8 Nakes yang tidak lolos P3K 2022 lalu.

"Alhasil sudah ada formasi baru, termasuk semua Nakes masih status honor, apalagi kemarin hari terakhir tentukan formasi Nakes dibutuhkan daerah," ujar Rudhy.

Sementara itu Welem Sambolangi mengatakan tetap akan berkonsultasi ke Kemenkes dan BKD Pusat terkait masalah tersebut.

Welem berharap nakes yang kelulusannya dianulir bisa otomatis diterima karena alasan kemanusiaan. Kendati demikian Welem mengatakan tetap berpedoman kepada sistem yang benar.

"Kita sudah bersurat ke kemenkes dan BKD mudah-mudahan dalam waktu dekat, minggu depan kita ke Jakarta memperjuangkan hal ini," ungkapnya.

"Nasib para tenaga honorer hendaknya tertolong. Jangan dirampas hak mereka demi pertimbangan kemanusiaan." Jelas Ketua DPRD Welem Sambolangi'.

Iklan

               
         
close