Iklan

Iklan

,

Iklan

A D V E R T I S E M E N T

Tanam Harapan di Lahan Rusak, GMNI Toraja Utara Pilih Aksi Lingkungan di Dies Natalis ke-72

DEMIAN
17 Apr 2026, 16:39 WITA Last Updated 2026-04-17T08:53:10Z

 


Ist.

Infokitasulsel.com, Torut — Alih-alih sekadar merayakan hari jadi dengan seremoni, DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Toraja Utara menandai Dies Natalis ke-72 dengan aksi konkret, menanam pohon di kawasan hutan lindung Kecamatan Kapalapitu melalui gerakan bertajuk “1001 Pohon untuk Indonesia.” Jumat (17/04/2026).


Kegiatan ini menyasar wilayah bekas perambahan yang kini berstatus hutan lindung, namun mengalami degradasi fungsi ekologis. Penanaman pohon dilakukan sebagai langkah awal pemulihan, sekaligus upaya menahan laju kerusakan lingkungan yang kian mengkhawatirkan.


Ketua DPC GMNI Toraja Utara, Septian Tulak Lande’, menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh terjebak dalam rutinitas diskusi tanpa aksi nyata di lapangan.


“Momentum Dies Natalis ini harus menjadi titik tolak gerakan konkret. Lingkungan kita sedang tidak baik-baik saja, dan mahasiswa punya tanggung jawab moral untuk ikut memperbaikinya,” tegasnya.


Menurutnya, gerakan penghijauan ini bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang dalam menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya di wilayah yang telah mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia.


Pelaksanaan kegiatan ini turut melibatkan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara dan UPTD KPH Saddang II yang memberikan dukungan teknis, mulai dari pemilihan bibit hingga metode penanaman yang sesuai dengan kondisi lahan.


Selain kader GMNI, masyarakat sekitar juga ambil bagian dalam kegiatan ini. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga hutan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.


Di tengah meningkatnya ancaman terhadap lingkungan, langkah sederhana seperti menanam pohon menjadi pesan kuat: bahwa perubahan bisa dimulai dari tindakan kecil, asalkan dilakukan secara konsisten. GMNI Toraja Utara pun berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak pihak.(*)


Iklan

               
         
close